Selasa, 17 November 2009

PKS Minta Jatah Wagub


SAROLANGUN–Gaya politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak berubah. Kompensasi tetap harus diajukan dalam pengusungan calon pilpres maupun pilkada. Partai berlambang bulan sabit diapit padi dan kapas itu tetap menerapkan strategi dalam capres lalu, dengan imbalan sejumlah kursi menteri.

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi, PKS menawarkan sejumlah calon wagub kepada Hasan Basri Agus (HBA) untuk mendampinginya maju pada Pilgub nanti. Siapa nama yang akan diduetkan dengan HBA masih disembunyikan.

Kabar beredar menyebutkan PKS tetap menawarkan kader terbaiknya. Beberapa nama kader PKS, Ami Thaher, Hendri Mansur, Muhammad Djanawir dan sejumlah kader PKS lainnya.
“Memang semuanya adalah hak Pak HBA, tapi PKS telah menyerahkan beberapa nama kader kita untuk dinilai,” kata Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq saat menggelar konferensi pers, Minggu lalu.

Menurut Luthfi Hasan, PKS dan HBA bukan kali pertama kali berkerja sama. Sebelumnya PKS juga telah mengusung mantan Sekda Kota Jambi menjadi Bupati Sarolangun. HBA yang pada kesempatan tersebut duduk di samping Presiden PKS mengatakan, pada frinsipnya ia bisa bekerja sama dengan pihak manapun asalkan itu untuk membangun dan membuat Jambi lebih baik.

Soal pengajuan nama calon pendamping oleh PKS, HBA mengatakan, semua itu bisa saja terjadi. Namun tentu akan ada pembahasan dan proses politik yang dijalani. “Bisa saja, tidak menutup kemungkinan. Tapi tentunya ada proses politik dan akan dibahas dengan partai pendukung lainnya,” kata HBA.

Mengapa HBA yang dipilih PKS untuk diusung maju merebut posisi orang nomor satu di Jambi? Luthfi Hasan mengatakan, keputusan mengusung HBA sudah melalui pertimbangan yang matang dan terukur. Selain itu, dirinya telah menyerahkan kepada DPW PKS Provinsi Jambi. Artinya, pengurus daerah yang lebih mengetahui keadaan objektif di lapangan.

“Saya telah mendapat laporan dan rekomendasi dari pengurus DPW. Jadi saya percaya sepenuhnya dan meyakini teman-teman DPW tidak salah pilih,” katanya.

Ketua DPW PKS Provinsi Jambi Hendri Mashur mengatakan mengenai pedamping HBA dalam Pilgub mendatang PKS menginginkan figur tersebut tidak bermasalah. Sejumlah akder yang ada ditubuh PKS dinilai tidak punya masalah, makanya ditawarkan jadi pendamping. (si)


Senin, 16 November 2009

Dubes Palestina Kunjungi Sarolangun


SAROLANGUN- Duta Besar Palestina untuk Indonesia Farez N Bahdawi kemarin (15/11) berkunjung ke Sarolangun. Dia menemui ribuan jamaan dan menyampaikan rasa kekagumannya untuk Sarolangun.

Menurut Farez, hal yang paling mengagumkan dari Sarolangun adalah kekompakan masyarakatnya. “Saya sangat bangga dengan kebersamaan masyarakat di sini, meski terdiri dari berbagai suku, tapi sangat kompak,” ujar Farez. Bahkan kekompakan tersebut, menurut Farez, juga ditunjukkan oleh masyarakat Indoensia secara keseluruhan, sebab itu menurut Farez sangatlah pantas negara lain mencontoh negara Indoensia.

Kedatangan Farez ke Sarolangun dalam rangka menghadiri tabligh akbar dalam rangka upaya penyelamatan Masjid Al-Aqsa Palestina yang sekarang dikepung oleh tentara zionis Israel. “Masjid Aqsa adalah miliki umat muslim, bukan hanya milik Palestina, sehingga saya sangat bersyukur perhatian besar masyarakat Indonesia dan khususnya Sarolangun,” ujar Farez dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh juru bicaranya Yaksyyallah Masyur. Menurut dia, bantuan dana dan doa sangat diharapkan untuk membantu perjuangan umat muslim di Palestina.

Kedatangan Dubes Palestina tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Sarolangun Cek Endra. Selain itu turut hadir Sekda Sarolangun M Basyari, Ketua DPRD Sarolangun Susi Apriyanti, dan Ketua Hisbillah wilayah Jambi Saleh Hafiz dan beberapa pejabat Sarolangun.

Sebelum melaksanakan acara tabligh akbar di Masjid Alfalah, para jamaah paginya melakukan long march sebagai solidaritas terhadap kondisi Masjid Aqsa dan juga kondisi umat muslim di Palestina.

Wakil Bupati Cek Endra menyampaikan ucapakan terima kasi atas kedatangan Dubes Palestina di Sarolangun. “98 persen masyarakat Sarolangun beragama Islam. Jadi jelas, masyarakat punya perhatian besar terhadap kondisi Masjidi Al Aqsa dan Palestina,“ ujar Endra. Wabup berharap persoalan yang menimpa masyarakat Palestina bisa segera pulih. (si)

Petani Resah, Pupuk Langka


SAROLANGUN- Keresahan petani di Kecamatan Pelawan kian tak terbendung. Keberadaan pupuk subsidi yang biasa dijual kini menjadi barang langka. Petani kesulitan mendapat pupuk dengan biaya lebih ringan itu. Di Singkut VIII, misalnya, petani yang menginginkan pupuk bersubsidi harus merogoh uang hingga Rp 100 ribu demi mendapat pupuk urea setiap karung.

”Kami benar-benar kesulitan mendapatkan pupuk urea yang bersubsidi,” ujar Udin, petani Desa Mekar Sari, Kecamatan Pelawan. Menurut dia, dengan biaya Rp 100 ribu ditambah ongkos mengangkut, maka petani sangat dibebankan. Beberapa bulan lalu, kata dia, pupuk bersubsidi untuk jenis urea masih bisa diperoleh dengan harga Rp 80 ribu. Namun, kini itu tak ada lagi.

“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Sarolangun dapat memantau para distributor pupuk bersubsidi. Apakah pupuk tersebut benar-benar disalurkan kepada petani, atau ke tempat lain,” katanya. Menurut Udin, selama ini masyarakat hanya mendengar kabar jika pupuk tersebut tidak tepat sasaran.

“Kami juga sebagai anggota kelompok tani juga sangat membutuhkan pupuk, karena sudah beberapa bulan kebun karet yang kami miliki tidak dipupuk,” katanya.

Udin menceritakan, sejak kelangkaan pupuk dan melambungnya harga, produksi komoditi pertanian mereka juga menurun. Kebun karet yang biasa berproduksi 400 kg per bulan untuk setiap hektar, kini hanya 200 kg. “Caba bayangkan sendiri, kebun yang biasa kita beri makan dengan yang tidak kita beri makan jelas sekali penghasilan kami menurun,” tuturnya.

Dia berharap Pemkab Sarolangun dapat serius untuk membantu petani dalam menyalurkan pupuk bersubsidi, sehingga mereka bisa dengan mudah mengelola potensi perkebunan yang dimiliki. (si)

Sabtu, 14 November 2009

Tumenggung Tarib Peluk Islam


SAROLANGUN- Raja warga Suku Anak Dalam (SAD) Tumenggung Tarib yang bermukim di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, kemarin (13/11) mengikrarkan diri memeluk agama Islam. Dia bersama istrinya menyatakan meninggalkan aliran kepercayaan yang selama ini mereka pegang teguh.

Sebelum mengucapkan kalimat syahadat, mereka terlebih dulu berganti nama dari Tumenggung Tarib menjadi M Jailani, sementaranya istrinya menggunakan nama Siti Khadijah.

Pengikraran keduanya langsung dibimbing oleh staf Depag Kabupaten Sarolangun yang disaksikan oleh Staf Ahli Bupati Ahmad Mahmud dan Arief Afrizal. Acara pengikraran tersebut dipusatkan di masjid yang berlokasi di lingkungan Ponpes Alhidayah Sarolangun. Selain dihadiri oleh puluhan santri Ponpes Alhidayah, juga hadir sejumlah tokoh agama, dan tokoh adat kabupaten.

Ketua LSM Kopsad Budhi Vrihaspati mengatakan, Tumenggung Tarib beserta istrinya telah menyatakan keinginannya untuk masuk Islam jauh-jauh hari. Namun, baru bisa terlaksana kemarin. “Mudah-mudahan kedepan akan banyak lagi yang mengikuti jejaknya,” harap Budhi.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu, baik untuk pembuatan rumah bagi warga SAD, sekolah, dan penempatan guru ngaji bagi warga SAD.
“Kita akui begitu banyak bantuan yang telah diberikan kepada warga SAD oleh Pemkab Sarolangun,” kata dia.

Sementara, Bupati Sarolangun dalam sambutannya yang dibacakan Kabag Pemerintahan Tamrin, mengucapkan selamat kepada M jailani yang telah memeluk agama Islam. Bupati berharap dengan agama yang dianut bisa memberi nilai positif.

Memeluk agama merupakan suatu hidayah dan tidak bisa dipaksakan, oleh sebab itu atas nama pemerintah mengucapkan selamat kepada Tumengung Tarib yang telah memeluk agama Islam.
Dalam kesempatan tersebut Pemkab, juga memberikan bantuan berupa peralatan ibadah serta sembako kepada Tumenggung Tarib beserta istrinya. (si)

Persiapan KTM Dimatangkan


SAROLANGUN- Rencana pembangunan Kota Mandiri Terpadu (KTM) di Desa Laman Sigatal dan sekitarnya, meliputi Kecamatan Pauh dan Mandiangin terus dimatangkan. Bahkan kemarin (12/11), dilakukan pertemuan antara pihak Depnakertrans RI dengan Pemkab Sarolangun beserta pihak konsultan perencana.

Dalam rapat yang digelar di ruang rapat Dirjen Pemukiman dan Transmigrasi itu turut hadir Wakil Bupati Sarolangun Cek Endra, Ketua Bappeda Syarasadin, Kadis Bunhut Joko Susilo, Kadis PU Edy Suranto, Kadis Nakertransos Iskandar, dan perwakilan provinsi.

Sementara dari Depnakertrans hadir Staff Ahli Menteri Kehutanan, Direktur Perencanaan Pemukiman Penduduk Dr Ginting dan beberapa pejabat Depnakertrans dan Kehutanan. "Kita berharap pencanangan KTM ini akan bisa dilakukan secepatnya" ungkap Wakil Bupati Cek Endra.

Wabup mengatakan, setelah dipertimbangkan dan dirapatkan dengan aparat desa dan adat ternyata disepakati adanya perubahan nama KTM dari Kecamatan Mandiangin dan Pauh menjadi Batin IX. Setelah konsultan memapar master plan sempat terjadi perdebatan dalam rangka penyempurnaan. "Kita ingin tumbuh ekonomi nantinya di lokasi KTM, sehingga kemajuan akan lebih cepat," ujar Syarasadin.

Selain itu, KTM yang disinergikan dengan hutan tanaman rakyat (HTR) merupakan hal yang pertama di Indonesia dan dilakukan di Sarolangun. "Kita opimis ini akan berhasil," ujar konsultan perencana. Ditambahkan Kadis Nakertransos Sarolangun Iskandar, bahwa program seratus rumah juga untuk menunjang kegiatan KTM. Selain itu KTM di Sarolangun juga masuk dalam program 100 hari kerja SBY-Budiyono. (si)

720 Berkas Lamaran CPNS Gagal


SAROLANGUN- Sejak seleksi berkas CPNSD dilakukan, 6 ribu berkas lamaran di Kabupaten Sarolangun telah diterima Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat dari kantor pos. Total jumlah berkas tersebut merupakan akumulasi keseluruhan dari berkas lamaran yang telah diserahkan sejak mulai dibukanya pendaftaran CPNSD hingga kemarin.

Diperkirakan masih ada sekitar 600-an berkas yang belum diserahkan karena baru kemarin dimasukkan pelamar ke kantor pos. “Kalau menurut data dari kantor Pos Sarolangun, masih ada sekitar 600-an berkas lagi yang akan diantar besok pagi (hari ini,red),” ujar Kasi Mutasi dan Promosi BKD Sarolangun, Muhammad kepada koran ini sore kemarin.

Menurut Muhammad, dari total keseluruhan berkas yang masuk, baru 2.999 berkas lamaran yang telah diverifikasi. Hasilnya sebanyak 927 berkas dinyatakan tidak lengkap alias dinyatakan tidak lulus bahan. Rinciannya formasi tenaga teknis sebanyak 720 berkas, formasi medis sebanyak 46 berkas, dan formasi guru sebanyak 161 berkas. “Ya, sesuai ketentuan karena tidak lengkap dan tidak memenuhi syarat 720 berkas tersebut dinyatakan tidak lengkap. Artinya, secara otomatis dinyatakan tidak lulus,” terangnya.

Penyebab ketidaklulusan bahan para pelamar tersebut, kata Muhammad, bergam. Secara umum diantaranya tidak dilegalisir, selain itu ditemukan adanya lamaran pemohon yang tidak ditandatangani, namun yang paling dominan jurusan pemohon tidak sesuai dengan formasi yang dilamar.

Sementara dari kantor Pos Sarolangun dilaporkan, pada hari terakhir pendaftaran jumlah pendaftar menurun dari dua hari biasanya. Hanya sekitar 600-an berkas yang masuk hingga pukul 16.00 WIB. “Hari ini turun sekitar 600-an berkas. Yang ramai itu Selasa (10/11). Kami mencatat ada sebanyak 999 berkas yang masuk,” jelasnya.

Menurut Almuhazir, dari pengecekan petugas kantor pos ditemukan delapan berkas lamaran yang salah sasaran. Berkas tersebut dikirimkan pihak kantor Pos Merangin. Sejatinya berdasarkan tujuan lamaran yang tertera di map berkas tersebut ditujukan untuk Merangin, namun kenyataannya berkas tersebut dikirimkan ke kantor Pos Sarolangun.

Terkait masalah ini Almuhazir mengatakan pihaknya akan mengembalikan berkas tersebut kepada pihak kantor Pos Merangin. “ Kalau tidak sore ini besok berkas itu akan kami kembalikan ke kantor pos Merangin,” terangnya. (si)