Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2009

Dubes Palestina Kunjungi Sarolangun


SAROLANGUN- Duta Besar Palestina untuk Indonesia Farez N Bahdawi kemarin (15/11) berkunjung ke Sarolangun. Dia menemui ribuan jamaan dan menyampaikan rasa kekagumannya untuk Sarolangun.

Menurut Farez, hal yang paling mengagumkan dari Sarolangun adalah kekompakan masyarakatnya. “Saya sangat bangga dengan kebersamaan masyarakat di sini, meski terdiri dari berbagai suku, tapi sangat kompak,” ujar Farez. Bahkan kekompakan tersebut, menurut Farez, juga ditunjukkan oleh masyarakat Indoensia secara keseluruhan, sebab itu menurut Farez sangatlah pantas negara lain mencontoh negara Indoensia.

Kedatangan Farez ke Sarolangun dalam rangka menghadiri tabligh akbar dalam rangka upaya penyelamatan Masjid Al-Aqsa Palestina yang sekarang dikepung oleh tentara zionis Israel. “Masjid Aqsa adalah miliki umat muslim, bukan hanya milik Palestina, sehingga saya sangat bersyukur perhatian besar masyarakat Indonesia dan khususnya Sarolangun,” ujar Farez dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh juru bicaranya Yaksyyallah Masyur. Menurut dia, bantuan dana dan doa sangat diharapkan untuk membantu perjuangan umat muslim di Palestina.

Kedatangan Dubes Palestina tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Sarolangun Cek Endra. Selain itu turut hadir Sekda Sarolangun M Basyari, Ketua DPRD Sarolangun Susi Apriyanti, dan Ketua Hisbillah wilayah Jambi Saleh Hafiz dan beberapa pejabat Sarolangun.

Sebelum melaksanakan acara tabligh akbar di Masjid Alfalah, para jamaah paginya melakukan long march sebagai solidaritas terhadap kondisi Masjid Aqsa dan juga kondisi umat muslim di Palestina.

Wakil Bupati Cek Endra menyampaikan ucapakan terima kasi atas kedatangan Dubes Palestina di Sarolangun. “98 persen masyarakat Sarolangun beragama Islam. Jadi jelas, masyarakat punya perhatian besar terhadap kondisi Masjidi Al Aqsa dan Palestina,“ ujar Endra. Wabup berharap persoalan yang menimpa masyarakat Palestina bisa segera pulih. (si)

Sabtu, 14 November 2009

Tumenggung Tarib Peluk Islam


SAROLANGUN- Raja warga Suku Anak Dalam (SAD) Tumenggung Tarib yang bermukim di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, kemarin (13/11) mengikrarkan diri memeluk agama Islam. Dia bersama istrinya menyatakan meninggalkan aliran kepercayaan yang selama ini mereka pegang teguh.

Sebelum mengucapkan kalimat syahadat, mereka terlebih dulu berganti nama dari Tumenggung Tarib menjadi M Jailani, sementaranya istrinya menggunakan nama Siti Khadijah.

Pengikraran keduanya langsung dibimbing oleh staf Depag Kabupaten Sarolangun yang disaksikan oleh Staf Ahli Bupati Ahmad Mahmud dan Arief Afrizal. Acara pengikraran tersebut dipusatkan di masjid yang berlokasi di lingkungan Ponpes Alhidayah Sarolangun. Selain dihadiri oleh puluhan santri Ponpes Alhidayah, juga hadir sejumlah tokoh agama, dan tokoh adat kabupaten.

Ketua LSM Kopsad Budhi Vrihaspati mengatakan, Tumenggung Tarib beserta istrinya telah menyatakan keinginannya untuk masuk Islam jauh-jauh hari. Namun, baru bisa terlaksana kemarin. “Mudah-mudahan kedepan akan banyak lagi yang mengikuti jejaknya,” harap Budhi.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu, baik untuk pembuatan rumah bagi warga SAD, sekolah, dan penempatan guru ngaji bagi warga SAD.
“Kita akui begitu banyak bantuan yang telah diberikan kepada warga SAD oleh Pemkab Sarolangun,” kata dia.

Sementara, Bupati Sarolangun dalam sambutannya yang dibacakan Kabag Pemerintahan Tamrin, mengucapkan selamat kepada M jailani yang telah memeluk agama Islam. Bupati berharap dengan agama yang dianut bisa memberi nilai positif.

Memeluk agama merupakan suatu hidayah dan tidak bisa dipaksakan, oleh sebab itu atas nama pemerintah mengucapkan selamat kepada Tumengung Tarib yang telah memeluk agama Islam.
Dalam kesempatan tersebut Pemkab, juga memberikan bantuan berupa peralatan ibadah serta sembako kepada Tumenggung Tarib beserta istrinya. (si)