Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2009

Mobil KB Gratis Segera Diluncurkan


SAROLANGUN- Masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan di Kabupaten Sarolangun tidak perlu risau lagi untuk mengikuti program keluarga berencana. Bahkan para bapak dan ibu rumah tangga tidak perlu lagi repot-repot harus ke puskesmas atau ke kota untuk bisa mengikuti program KB. Itu karena pihak BP2KB telah menyediakan mobil operasional untuk pelayanan KB yang akan sampai ke tingkat desa.

Program KB tersebut akan diperoleh secara gratis oleh masyarakat. “Masyarakat akan dapat program gratis, bahkan kita akan subsidi dana,” ujar Eny Haryati, Kaban BP2KB Sarolangun saat peninjauan mobil operasional tersebut.

Menurut Eny, mobil operasional tersebut merupakan mobil bantuan pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). “Ini merupakan bantuan pusat yang dianggarkan melalui DAK,” ujar Eny. Bahkan untuk Provinsi Jambi hanya dua kabupaten dan satu Kota Jambi yang memiliki mobil operasional tersebut. “Untuk Provinsi Jambi hanya kita, kota, serta satu kabupaten yang memiliki mobil ini,” ungkap Eny.

Bahkan, saat penyerahan mobil tersebut kemarin (17/11) Bupati Sarolangun Hasan Basri Agus (HBA) serta Wakil Bupati Cek Endra meninjau lansgung mobil tersebut. “Kita menyambut baik operasional mobil ini. Kita berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan KB ini,” ujar HBA.

Sejauh ini, kesadaran masyarakat Sarolangun, khususnya di daerah pedesaan untuk melakukan KB tergolong rendah. Dengan adanya mobil operasional KB tersebut diharapakan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat ber-KB dengan memberikan pelayanan jemput bola dan program KB gratis. (si)

Sabtu, 14 November 2009

Fogging Digelar di Pemukiman Warga


SAROLANGUN- Merebaknya penyakit chikungunya mendapat perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun. Kemarin, petugas kembali menggelar fogging di kawasan yang rawan penyebaran nyamuk pembawa penyakit chikungunya. Salah satu lokasi fogging dilakukan di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun.

Data di Dinas Kesehatan saat ini menunjukkan terjadi penurunan angka penderita chikungunya di Sarolangun. Penurunan itu sekitar 800 orang. Menurut Kabid Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Winarno, belakangan jumlah penderita chikungunya telah menurun.

“Alhamdulillah dengan upaya yang telah kita lakukan, jumlah penderita chikungunya turun hingga 80 persen,” ujar Winarno kemarin. Menurutnya, upaya masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga turut menentukan penurunan jumlah penderita chikungunya di Sarolangun.

“Kalau kita lihat banyak saluran selokan yang kotor. Saya rasa jika yang kita lakukan tidak disertai kesadaran masyarakat, maka fogging juga tidak ada artinya,” katanya.

Drainase yang ada di sekitar Kelurahan Sukasari mayoritas dipenuhi dengan sampah. Hal ini yang menyebabkan berjangkitnya nyamuk pembawa berbagai penyakit.

Winarno berharap dinas terkait juga bisa melakukan pembersihan terhadap lingkungan masyarakat. Menurutnya, saat ini ada beberapa desa yang masih terserang chikungunya, di antaranya Kecamatan Pauh dan Singkut.

Sejauh ini Dinkes juga telah membuka posko untuk menanggulangi penyakit chikungunya di setiap desa dan kecamatan. Kegiatan itu ditangani bidan desa, puskesmas pembantu, maupun puskesmas induk. (si)